Wenger Di Pastikan Tidak Akan Menjadi Pelatih Real Madrid

Sebelumnya berhembus kencang bahwa Arsene Wenger yang akan di kontrak oleh Real Madrid untuk mengantikan Zidane yang tiba-tiba saja mengundurkan diri sebagai pelatih di Los Blancos. Kabar tersebut akhirnya di tepis oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez akhirnya angkat suara atas kabar angin tersebut. Menurut Perez memang dahulu Real Madrid sangat tertarik dengan Arsene Wenger karena ia merupakan pelatih yang profesional dan telah memiliki banyak pengalaman. Tetapi untuk saat ini Real Madrid lebih suka dengan Pelatih muda yang lebih kreatif.

Saat ini Arsene Wenger memiliki status yang sama dengan Zidane yaitu pelatih tanpa club, setelah pertemuan Pers yang di adakan oleh Zidane dan mengumumkan bahwa ia mengundurkan diri sebagai pelatih Real Madrid, semua orang terkejut di karenakan Zidane baru saja memenangkan Liga Champions dan membuat dirinya menjadi pelatih pertama yang memenangkan Liga Champions 3 kali berturut-turut. Setelah pengunduran dirinya nama Arsene Wenger langsung muncul di karenakan Wenger yang memiliki status free agent.

Perez tidak melihat adanya prospek Wenger untuk berada di Real Madrid, maka dari itu Real Madrid tidak akan menawarkan apapun kepada pelatih tersebut. Wenger dianggap bukan lagi pedoman yang di butuhkan oleh Sergio Ramos dan teman-temannya di tim Real Madrid. Menurut Perez mereka harus mencari suatu pelatih yang bisa menjadi pedoman para pemain sehingga bisa tercipta kerjasama yang baik antara pemain dan pelatih seperti yang di lakukan oleh Zidane.

Arsene Wenger di anggap sudah ketinggalan jaman dan masih mewakili gaya bermain bola zaman dahulu, dan gaya tersebut sudah tidak cocok dengan Real Madrid. Los Blancos membutuhkan seorang pelatih muda yang creatif dan dapat menciptakan ide-ide baru dan menantang, sehingga dapat mendorong performa para pemain di Real Madrid. Banyak nama pelatih yang di kabarkan akan di nego oleh tim Los Blancos salah satunya adalah Joachim low yang saat ini menjadi pelatih timnas Jerman.

Jerman Kalah Di Markas Austria

Juara piala dunia 2014 akhirnya bertekut lutut di hadapan Austria pada laga persahabatan minggu(3/6/18). Jerman kalah 1-2 terhadap Austria di Worthersee Stadiun dini hari.

Jerman tampil menyerang seperti biasanya pada menit-menit awal, timnas Jerman tidak berhenti menyerang Austria, tuan rumah hanya mempunyai kemampuan untuk bertahan saat itu. Di menit ke-11 akhirnya penyerangan Jerman membuahkan hasil, melalui aksi heroic Mesut Ozil Jerman berhasil membobol gawang Austria dan membuat kiper Austria harus memungut bola dari dalam gawangnya. Hasil tersebut tidak berubah sampai akhir pertandingan babak pertama.

Dalam posisi unggul Jerman tidak mengendurkan serangannya, tim Der Panzer terus-terusan menyerang tanpa ada jeda, namum usaha Jerman sepertinya tidak membuahkan hasil. Pada menit ke-53 Austria akhirnya mendapatkan peluang pertamanya, memanfaatkan umpan panjang dari David Alaba, Martin Hinteregger langsung berhasil memasuki kotak pinalti dan menembakan kulit bundar kedalam gawang Manuel Neuer. Hasil 1-1 pada menit 53 tersebut.

Jerman kembali berupaya menyerang agar bisa bangkit dan mengandakan goal. tetapi hasilnya tim Der Panzer tersebut harus kecolongan kembali di menit-69. Melalui umpan silang dari David Alaba, kali ini Alessandro Schoepf tidak segan-segan menendang dari luar kotak pinalti dan hasilnya tendangan itu membobol gawang Neuer kembali. Hal itu membuat Neuer harus memungut bola 2 kali dalam gawannya sendiri.

Jerman kembali berusaha menyerang dengan habis-habisan tetapi pertahanan Austria sangat kokoh dan tidak tertembus. Berbagai upaya dan usaha yang di lakukan oleh Ilkay Guendogan dan teman-temannya tetap tidak membuahkan hasil, akhirnya Jerman harus berlapang dada dan mengakhiri permainannya dengan kekalahannya dari Austria. Jerman kalah 1-2 dari Austria atas laga persahabatan kemarin(3/6/2018).

3 Negara Calon Pemenang Piala Dunia Russia 2018

Piala Dunia Russia 2018 akan segera di sajikan pada pertengahan Juni mendatang, tercatat FIFA telah menyodorkan 32 Negara yang akan ikut berpartisipasi dalam ajang empat tahunan tersebut. Bagi para penggemar sepak bola, mungkin tidak sabar dengan semua pertandingan yang di sajikan oleh FIFA tersebut. Russia sendiri berhasil di tunjuk menjadi negara tuan rumah Piala Dunia, melihat keamanan yang di berikan dan Infrastruktur yang di juga tawarkan  oleh negara Vladmir Putin tersebut membuat FIFA menjadikan Russia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018.

Namun Russia sendiri bukan negara yang cukup di sukai oleh banyak pemain terutama pelatih sepak bola, melihat cuaca yang terkadang tidak kondusif dan jarak tempuh yang sangat jauh dari para negara eropa tengah membuat banyak pelatih sepak bola terutama di level klub menjadi khawatir dengan banyak pemainnya yang bermain di turnamen tersebut.

Piala Dunia beberapa tahun yang lalu tepatnya pada 2014 yang di selenggarakan di Brazil, tempatnya di Rio De Janero, berhasil mencuri perhatiaan ketika Timnas Jerman berhasil menyingkirkan Argentina dengan skor tipis 1-0. Dan pada beberapa khalayak maupun para penggemar olaharga satu ini memprediksi jika kedua negara tersebut mungkin akan kembali masuk ke babak yang lebih jauh ataupun harus tersingkir lebih dini.

Dengan Banyak yang menanti menanti negara mena yang berpotensi masuk hingga babak final, maka akan kami sajikan 3 negara yang berpotensi masuk ke babak final Piala Dunia Russia 2018.

 

Timnas Prancis

Tim yang di latih oleh Didier Deschamps ini merupakan unggulan pertama yang di prediksi berhasil meraih gelaran Piala Dunia pada tahun ini. Dengan skuat  yang berlabel bintang seperti Antonie Griezmann, Paul Pogba, Rafael Varane, Oliverd Giroud, Kylian Mbape, hingga kiper yang juga kapten klub Hugo Loris menjadi salah tim yang berpotensi menyabet Piala Dunia Russia.

Timnas Jerman

Jerman yang masih setia di tangani oleh pelatih kawakan Joshim Loew memang harus masuk dalam kategori pemenang, pasalnya mereka merupakan juara bertahan pada 2014 yang lalu. Meskipun beberapa pemain senior yang telah memutuskan pensiun seperti Bastian Shweinsteiger, Philip Lam tidak membuat pemain berkualitas dari tim Fanser menurun kualitas, Josua Kimmich, Emre Can, dan Leroy Sane bisa menjadi tumpuan tim di Russia mendatang.

Timnas Spanyol

Hampir sama dengan tim Fanser Jerman, yang telah di tinggal oleh beberapa pemain seniornya tidak membuat Spanyol kehilangan bibit kualitas dalam skuat tim Matador. Kehilangan Andres Iniesta bisa di tutupi dengan kehadiran gelandang Real Madrid Isco. Apalagi di lini belakang mereka akan tetap di motori oleh Sergio Ramos dan Gerard Pique, dan di sektor penjaga gawang, mereka memiliki David De Gea yang tampil luar biasa di gawang tim yang juga pernah menjadi juara Piala Dunia pada 2010 yang lalu.

Joachim Loew Di Pastikan Tidak Akan Ke Real Madrid


Oliver Bierhoff selaku General Manager timnas Jerman, memberikan tanggapan tentang desas desus kepindahan pelatih Joachim Loew ke Real Madrid, menurut dia hal itu sangat mustahil di lakukan, di karenakan Joachim Loew baru saja menandatangani kontraknya dengan timnas Jerman sampai 2022. Loew di pastikan tak akan pindah ke Real Madrid karena masih terikat dengan kontrak kami.

“Saya tahu mereka mengincar pelatih kami Joachim Loew tetapi pihak Real Madrid tidak akan mendapatkan Loew sebagai pelatih mereka, di karenakan saat ini ia sudah menandatangani kontraknya dengan kami dan kami merasa sangat beruntung karena telah memperpanjang kontrak Joachim Loew waktu itu sehingga Loew tidak berpindah ke tempat lain” kata Bierhoff

Nama Joachim Loew langsung keluar saat Zidane mengundurkan diri sebagai pelatih Real Madrid, menurut pengamat bola satu-satunya pelatih yang sangat berpengalaman dan pantas untuk melatih Real Madrid adalah dirinya. Selang dua jam setelah konferensi pers yang di lakukan oleh Zidane berakhir, Presiden Real Madrid, florentino Perez juga mengakui bahwa mereka sangat tertarik jika Joachim Loew ingin bergabung dengan Real Madrid dan mereka akan coba berbicara dengan pelatih tersebut.

Oliver Bierhoff mengatakan bahwa dirinya shock dan sangat tidak menyangka bahwa Zidane akan mengundurkan diri sebagai pelatih di Real Madrid, karena tidak ada kabar sama sekali bahkan pada saat anda melihat dia di final Liga Champions, ia sangat tenang dan benar-benar menikmati sebagai pelatih di Real Madrid, dan setelah kepergiannya Real Madrid harus bekerja keras untuk mendapatkan pelatih yang sangat berkualitas untuk mengantikan dia, dan itu bukanlah hal yang mudah di lakukan.