Wenger Latih Klub Jepang ?

Arsene Wenger bukan pelopor untuk pekerjaan tim nasional Jepang yang kosong, meskipun berbagai laporan, dengan Hajime Moriyasu ditetapkan akan ditunjuk minggu depan.

Wenger meninggalkan Arsenal pada bulan Mei setelah 22 tahun bersama klub dan, karena kesuksesannya dan keberhasilan mantra 18 bulan yang bertanggung jawab atas Nagoya Grampus sebelum menuju ke London, tidak mengherankan bahwa nama orang Prancis itu disebut sebagai pengganti Akira. Nishino, yang akan mundur pada akhir bulan.

“Memang benar ada obrolan dengan Arsene Wenger selama Piala Dunia,” kata seorang pejabat Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) kepada ESPNFC. “Pembicaraan itu tidak benar-benar pergi kemana-mana dan hanya itu. Sejak itu, kami telah mencari pelatih domestik.”

Nishino menggantikan Kasnian Vahid Halilhodzic pada bulan April dengan kontrak sementara dan membawa Jepang ke babak 16 besar di Piala Dunia 2018. Setelah itu menunjukkan di Rusia, terutama kinerja yang mengesankan Jepang dalam hilangnya 3-2 menit-menit terakhir ke Belgia di putaran-16 pertandingan, JFA telah sampai pada kesimpulan bahwa tim nasional harus terus dikelola oleh pelatih Jepang .

Moriyasu, yang membantu Nishino di Piala Dunia, memiliki kredensial yang mengesankan. Pemain berusia 49 tahun itu membawa Sanfrecce Hiroshima ke gelar J.League pertama di tahun 2012. Dua kejuaraan lainnya menyusul pada 2013 dan 2015 dan ia kemudian mengambil alih tim U-23 Jepang tahun lalu dalam persiapan untuk Olimpiade 2020 yang akan diadakan di Tokyo.

Pengangkatan Moriyasu diperkirakan akan diumumkan pada hari Kamis setelah pertemuan komite eksekutif JFA.

 

Wenger Di Pastikan Tidak Akan Menjadi Pelatih Real Madrid

Sebelumnya berhembus kencang bahwa Arsene Wenger yang akan di kontrak oleh Real Madrid untuk mengantikan Zidane yang tiba-tiba saja mengundurkan diri sebagai pelatih di Los Blancos. Kabar tersebut akhirnya di tepis oleh Presiden Real Madrid, Florentino Perez akhirnya angkat suara atas kabar angin tersebut. Menurut Perez memang dahulu Real Madrid sangat tertarik dengan Arsene Wenger karena ia merupakan pelatih yang profesional dan telah memiliki banyak pengalaman. Tetapi untuk saat ini Real Madrid lebih suka dengan Pelatih muda yang lebih kreatif.

Saat ini Arsene Wenger memiliki status yang sama dengan Zidane yaitu pelatih tanpa club, setelah pertemuan Pers yang di adakan oleh Zidane dan mengumumkan bahwa ia mengundurkan diri sebagai pelatih Real Madrid, semua orang terkejut di karenakan Zidane baru saja memenangkan Liga Champions dan membuat dirinya menjadi pelatih pertama yang memenangkan Liga Champions 3 kali berturut-turut. Setelah pengunduran dirinya nama Arsene Wenger langsung muncul di karenakan Wenger yang memiliki status free agent.

Perez tidak melihat adanya prospek Wenger untuk berada di Real Madrid, maka dari itu Real Madrid tidak akan menawarkan apapun kepada pelatih tersebut. Wenger dianggap bukan lagi pedoman yang di butuhkan oleh Sergio Ramos dan teman-temannya di tim Real Madrid. Menurut Perez mereka harus mencari suatu pelatih yang bisa menjadi pedoman para pemain sehingga bisa tercipta kerjasama yang baik antara pemain dan pelatih seperti yang di lakukan oleh Zidane.

Arsene Wenger di anggap sudah ketinggalan jaman dan masih mewakili gaya bermain bola zaman dahulu, dan gaya tersebut sudah tidak cocok dengan Real Madrid. Los Blancos membutuhkan seorang pelatih muda yang creatif dan dapat menciptakan ide-ide baru dan menantang, sehingga dapat mendorong performa para pemain di Real Madrid. Banyak nama pelatih yang di kabarkan akan di nego oleh tim Los Blancos salah satunya adalah Joachim low yang saat ini menjadi pelatih timnas Jerman.